Di satu sisi, kelompok yang mendukung pencoretan Macklemore menilai panggung konser tidak seharusnya digunakan untuk menyampaikan pesan politik yang dianggap sepihak.
Di sisi lain, Macklemore dan empat musisi yang meninggalkan tur melihat persoalan tersebut dari sudut pandang kebebasan berekspresi dan hak seniman menyuarakan penderitaan warga sipil.
Ed Sheeran sendiri mengambil posisi berbeda dengan memilih tidak menjadikan konsernya sebagai platform politik.
Dengan demikian, kronologi kontroversi ini bermula dari pidato pro-Palestina Macklemore, berlanjut dengan tekanan agar dirinya dikeluarkan, kemudian pencoretan dari tur, mundurnya empat musisi, hingga akhirnya muncul seruan boikot terhadap Ed Sheeran.
Sementara tudingan bahwa Ed Sheeran pro-Israel muncul dari interpretasi dan kritik terhadap sikapnya setelah Macklemore dikeluarkan. Ed sendiri membantah bahwa dirinya yang mengambil keputusan tersebut dan tidak menyatakan dukungan kepada Israel.