JAKARTA, iNews.id - Aktivitas mengamen di Italia ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Berbeda dengan di Indonesia, para musisi jalanan di Negeri Pizza harus melewati serangkaian aturan ketat, mulai dari audisi resmi hingga mengantongi izin dari pemerintah daerah setempat.
Hal itu pula yang dialami Eki Cahyadi Kam, pengamen asal Indonesia yang kemudian mencuri perhatian publik Eropa. Untuk bisa tampil di ruang publik Italia, Eki wajib mengikuti seleksi resmi, mempresentasikan konsep pertunjukan, hingga akhirnya memperoleh lisensi legal sebagai musisi jalanan.
Setelah dinyatakan lolos, Eki mengamen secara resmi selama kurang lebih satu tahun. Aktivitas tersebut sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Namun, kondisi itu tak mematahkan semangatnya. Begitu situasi membaik, Eki kembali bernyanyi di berbagai sudut Kota Milan.
Penampilan Eki yang enerjik, penuh percaya diri, serta kemampuannya bernyanyi dan berkomunikasi fasih dalam bahasa Italia membuat banyak warga terpukau. Tak sedikit penonton yang merekam aksinya dan mengunggahnya ke media sosial.
Tanpa disangka, salah satu rekaman itu menarik perhatian tim redaksi All Together Now Italia. Eki pun dihubungi dan mendapat undangan untuk mengikuti audisi ajang pencarian bakat tersebut.
Kesempatan itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Dengan penampilan maksimal, Eki berhasil menyingkirkan ratusan peserta lain dan keluar sebagai juara All Together Now Italia musim ketiga. Prestasi itu sekaligus mencatatkan namanya sebagai orang Asia pertama yang meraih gelar tersebut.