Lewat film pendek ini, Baila, Shaz, Christy, dan Esther membawa penonton melihat Indonesia dari perspektif mereka. Dinamika kota, lanskap, hingga kekayaan budaya Indonesia dipadukan dengan karakter musik No Na yang mereka sebut sebagai Island Pop.
Unsur budaya lokal bahkan tidak hanya hadir melalui visual. No Na memasukkan berbagai bunyi khas Indonesia ke dalam musik mereka.
Dalam lagu 'work', misalnya, terdengar suara 'ceng-ceng', sementara nuansa 'gamelan' digunakan dalam 'rollerblade'. Ada pula bunyi klakson minibus yang menjadi bagian dari lagu 'honk!'.
Perpaduan tersebut menjadi salah satu cara No Na memperkenalkan akar Indonesia di tengah musik yang dirancang untuk menjangkau pendengar global.
Nama No Na sendiri terinspirasi dari kata 'nona', sebutan yang lekat dengan perempuan muda dalam konteks budaya Indonesia.