JAKARTA, iNews.id - Tak banyak yang menyangka, lagu "Senja Sudut Kota" yang kini dikenal luas ternyata pernah berada di titik sangat sederhana. Samuel Cipta mengungkap sebelum lagu tersebut berkembang dan didengar jutaan orang, dirinya sempat membuat sesi mendengarkan bersama sekitar 20 penggemar. Kisah tersebut terungkap saat Samuel menjadi bintang tamu di episode terbaru Bongkar bersama Azia Riza.
Bagi Samuel, 20 orang tersebut bukan sekadar angka. Mereka merupakan bagian dari SamUnity, fanbase yang sudah menemani perjalanan kareirnya sejak awal. Bahkan, Samuel mengaku tak mempermasalahkan jika "Senja Sudut Kota" hanya didengar oleh orang-orang yang hadir dalam sesi tersebut. Namun, tak disangka lagu yang awalnya begitu dekat dengan lingkaran kecil penggemarnya justru berkembang hingga didengarkan jutaan orang.
Di tengah pembahasan soal perjalanan kariernya, Samuel juga membongkar asal-usul keluarganya yang ternyata cukup beragam. Lahir dan besar di Jakarta, Samuel menyebut garis keluarganya berasal dari berbagai daerah.
Dari pihak ayah, sang kakek berasal dari Bogor, sementara neneknya berasal dari Hong Kong. Sementara dari pihak ibu, keluarganya memiliki kaitan dengan Pontianak dan Bangka, dengan budaya Tionghoa yang cukup kental dalam keluarganya.
Menariknya, sebelum dikenal sebagai penyanyi, Samuel ternyata pernah memiliki cita-cita yang cukup berbeda. Dia sempat serius ingin menjadi arsitek dan bahkan sudah mempersiapkan diri untuk kuliah di Unpar atau ITB di Bandung.
Seperti apa perjuangan Samuel Cipta sebelum akhirnya Senja Sudut Kota menjadi lagu yang dikenal luas? Saksikan cerita selengkapnya hanya di YouTube @aziarizza.