Dia juga berkesempatan berkolaborasi dengan komponis kontemporer asal Jerman, antara lain Prof Theo Brandmuller dan Prof Jan Müller-Wieland.
Selain itu, Alfred memprakarsai Bach Project, sebuah program yang memberikan kesempatan kepada musisi muda Indonesia untuk membawakan seluruh karya Invention dan Sinfonia karya JS Bach menggunakan instrumen harpsichord.
"Selama ini masih sangat langka musisi asal Indonesia yang diundang tampil di panggung konser musik klasik Eropa. Melalui penampilan ini, saya ingin membuktikan kepada anak-anak muda Indonesia bahwa dihargai di panggung orkestra dunia bukanlah hal yang mustahil diraih," ujar Alfred.
Dia juga menyoroti dukungan pemerintah terhadap perkembangan musik klasik di Eropa. Menurut Alfred, dukungan tersebut membuat musik klasik dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas jalanan, hingga membuka peluang bagi seseorang untuk berkembang menjadi musisi profesional dan profesor di sekolah musik.
Alfred berharap pemerintah Indonesia dapat semakin menjembatani dan memfasilitasi perkembangan seni musik bagi masyarakat luas.
"Saya berharap pemerintah di Indonesia bisa semakin menjembatani dan memfasilitasi perkembangan seni musik bagi semua lapisan masyarakat. Di dalam musik ada pelajaran struktur, perhitungan matematika, dan pelatihan olah rasa yang tidak didapatkan dari ilmu eksak. Musik bukan sekadar hiburan mewah, tetapi sarana pembentukan karakter bangsa," kata ayah dua anak tersebut.
Penampilan Alfred Young Sugiri bersama Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok pada 1 Oktober 2026 di Wina menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Panggung tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pianis asal Indonesia untuk kembali tampil di hadapan publik musik klasik Eropa.