JAKARTA, iNews.id - Di balik setiap suara, ada cerita panjang tentang keluarga, kehilangan, harapan, dan mimpi yang terus diperjuangkan. Dari Sarolangun, Fila Yudra memulai langkah dari suara seorang anak kecil yang kini tumbuh semakin matang.
Dukungan keluarga yang harmonis, Fila melangkah percaya diri dari dunia sekolah menuju panggung nasional. Setiap perjuangannya seakan disertai doa dan semangat yang tidak pernah putus.
Sementara itu, Keyla Amerda dari Gresik hadir membawa kekuatan yang berbeda. Ia tak hanya bernyanyi, tetapi juga menghayati setiap lagu dengan hati. Emosi yang ia sampaikan menjadikan setiap penampilannya terasa dekat, seolah berbicara langsung kepada penonton.
Dari Pekalongan, Raini tumbuh dalam ruang penuh cinta dan lagu. Kedekatannya dengan sang ibu menjadi ikatan yang kuat, menyatukan suara dan rasa dalam satu mimpi yang terus ia lanjutkan. Raini tidak hanya bernyanyi untuk tampil, tapi untuk menjaga harapan tetap hidup.
Kisah ketangguhan datang dari Novita asal Ciwidey. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah bernyanyi untuk bertahan hidup. Saat sang ayah tiada, Novita berjuang menjadi segalanya dalam keluarga. Anak, ibu, dan mimpi menyatu dalam satu suara yang kini berdiri tegak di panggung KDI.
Dari Mukomuko, Bela membawa perjuangan yang menggetarkan hati. Ia bernyanyi bukan untuk dirinya sendiri, tetapi demi masa depan sang adik. Panggung ini menjadi jawaban dari doa yang ia panjatkan, sekaligus langkah nyata untuk mengubah hidup keluarganya.