Perbedaan perhatian terhadap dua profesi tersebut terlihat dari jumlah karya yang telah dihasilkannya. Hingga saat ini, Dee telah menerbitkan 18 buku, sementara album musik yang dirilisnya baru akan memasuki album ketiga.
“Sekarang buku saya sudah 18, albumnya baru mau tiga. Sudah kelihatan itu perbandingannya terlalu mencolok,” ujarnya.
Meski memiliki keinginan kuat untuk kembali berkarya di dunia musik, Dee sempat dilanda keraguan. Dia merasa industri musik saat ini sangat berbeda dibandingkan era ketika dirinya aktif merilis album.
Dee bahkan menyebut dirinya berasal dari generasi yang masih menjalani proses rekaman menggunakan pita kaset. Karena itu, perkembangan teknologi dan pola distribusi musik digital membuatnya merasa asing.
“Saya orang lama beneran, masih ngalamin rekaman pakai pita. Kalau industri yang dulu saya paham sekali, tapi industri yang hari ini saya nggak tahu,” katanya.