Pada Agustus 2018, Yo-Yo Ma memulai tur global dua tahun untuk menampilkan Johann Sebastian Bach Six Suites for Unaccompanied Cello di 36 lokasi di seluruh dunia.
Tur ini dilatarbelakangi tidak hanya oleh 6 dekade perjalanan musik Yo-Yo Ma tapi juga dimotivasi oleh kepiawaian musisi Bach pada kemanusiaan di dunia yang terkadang terlalu fokus pada perbedaan.
Bagi Yo-Yo Ma, musik dari Bach yang kini telah berusia lebih dari 300 tahun merupakan salah satu contoh bagaimana budaya dapat menghubungkan dan membantu untuk membayangkan dan membangun masa depan yang lebih baik lagi.
Prajna Murdaya menambahkan, Shoemaker Studios merupakan inkubator bagi para musisi lokal maupun internasional untuk mengeksplorasi musik dan mengembangkan kreativitas mereka dalam bermusik.
"Kami melihat nilai yang dibawa oleh Yo-Yo Ma’s Bach Project sejalan dengan semangat kami yang menggabungkan beragam elemen musik, kreativitas dan menyatu dalam harmoni seperti halnya dalam bermusik. Kami meyakini semangat Yo-Yo Ma dapat menginspirasi pemusik di Indonesia untuk menghargai keberagaman dan menjalin hubungan yang harmonis antar sesama. Kami sangat bangga bisa menghadirkan Yo-Yo Ma’s Bach Project bersama dengan GoImpact dan mendapat dukungan penuh dari Jakarta International Theater. Kolaborasi ini merupakan wujud upaya kami membangun dan mengembangkan ekosistem musik di Indonesia," katanya.