14 Contoh Hukum Bacaan Al Qamariyah dalam Alquran

Kastolani Marzuki
Contoh hukum bacaan Al Qamariyah penting diketahui Muslim sejak dini agar bisa membaca Alquran dengan baik dan benar. (Foto: Freepik)

Berikut 14 contoh hukum bacaan al qamariah dalam Alquran:

1. Al Qamariyah bertemu Huruf ح (ha) 

Contoh dalam Alquran terdapat di Surat Al Fatikhah ayat 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Latin: Al hamdulillahi rabbil'aalamiin

Artinya: Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

Cara membacanya: Huruf Al atau alif lam bersukun dibaca jelas.

2. Al Qamariyah bertemu huruf  ك (kaf)

Contoh dalam Alquran terdapat di Surat Al Baqarah ayat 2

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ

Latin: Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudallilmuttaqiin.

Artinya: Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,

Cara membacanya: Huruf Al atau alif lam bersukun dibaca jelas.

3. Al Qamariyah bertemu huruf ق (Qaf)

Contoh dalam Alquran terdapat di Surat Al Qariah ayat 3

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُۗ

Latin: Wamaa adrakamal qoori'ah

Artinya: Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

Cara membacanya: Huruf Al atau alif lam bersukun dibaca jelas.

4. Al Qamariyah bertemu huruf ع ('Ain)

Contoh dalam Surat Al 'Ashr ayat 1

وَالْعَصْرِۙ

Wal'ashri

Artinya: Demi masa

Cara membacanya: Huruf Al atau alif lam bersukun dibaca jelas.

5. Al Qamariyah bertemu huruf م (Mim)

Contoh terdapat dalam Surat Al Fatihah ayat 6 dan 7:

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ

Latin: Ihdinash shiraathal mustaqiim

غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ 

Latin: Ghairilmaghdhuubi 'alaihim Waladh dhaaaaaalliiin

6. Al Qamariyah bertemu huruf غ (Ghain)

Contohnya terdapat dalam Surat Al Ghasyiyah ayat 1

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ

Latin: Hal Ataaka hadiitsul Ghaasyiyah

7. Al Qamariyah bertemu Huruf ج (Jim)

Contohnya terdapat dalam Surat Al Ghasyiyah ayat 19

وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ

Latin: Wa ilal Jibaali kaifa nushibat

8. Al Qamariyah bertemu Huruf ي (Ya)

Contohnya terdapat dalam Surat Al Buruj ayat 2:

وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ

Latin: Wal yaumil Mau'uud

9. Al Qamariyah bertemu huruf و (Wawu)

Contohnya terdapat dalam Surat Al Buruj ayat 5:

النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِۙ

Latin: An Naari dzaatil waquud

10. Al Qamariyah bertemu huruf خ (Kha)

Contohnya terdapat dalam Surat Al Buruj ayat 4:

قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ

Latin: Qutila Ashaabul ukhduud

11. Al Qamariyah bertemu Huruf ف (Fa)

Contohnya terdapat dalam surat Al Buruj ayat 11:

 ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ 

Latin: Dzaalikal fauzul kabiir

12. Al Qamariyah bertemu Huruf ه (Ha)

Contohnya terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 16:

أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلالَةَ بِالْهُدَى

Latin: Ulaaaikal ladziinasy tarawu dholaalata bil hudaa

13. Al Qamariyah bertemu huruf ا (Alif)

Contohnya terdapat dalam Surat An Nisa ayat 132:

وَما فِي الْأَرْضِ

Latin: Wamaa Fil Ardhi

Contoh lainnya terdapat dalam surat Al Buruj ayat 11:

 مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ

Latin: Min tahtihal anhaar

14. Al Qamariyah bertemu huruf ب (Ba)

Contohnya terdapat dalam Surat Al Mu'min ayat 20

إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Latin: Innallaaha huwa as samii'ul bashiir

Pentingnya Ilmu Tajwid

Membaca Alquran memang harus mengerti ilmu tajwid agar bisa membaca Kitab Suci dengan benar dan tartil serta tahu makhorijul khuruf maupun kapan harus berhenti dan lanjut. 

Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan melalui sahabat Anas ra, bahwa ia pernah ditanya tentang bacaan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, maka Nabi SAW menjawab, bahwa bacaan Alquran yang dilakukan oleh beliau panjang.

Perintah membaca Alquran dengan tartil juga tertuang dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ

Artinya: Atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan. (QS. Surat Al Muzzamil: 4)

Ibnu Katsir menerangkan maksud ayat tersebut di atas adalah bacalah Alquran dengan tartil (perlahan-lahan) karena sesungguhnya bacaan seperti ini membantu untuk memahami dan merenungkan makna yang dibaca, dan memang demikianlah bacaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW Sehingga Siti Aisyah radhiallahu 'anha mengatakan bahwa Nabi SAW bila membaca Alquran yaitu perlahan-lahan sehingga bacaan beliau terasa paling Iama dibandingkan dengan orang Lain. 

Wallahu A'lam.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Arab Saudi Pamerkan Mushaf Alquran Berusia 1.000 Tahun, Masih Terawat Baik

57 tahun lalu

Saat Prabowo Terpukau Suara Qori Cilik Juara MTQ Internasional: Nanti Menghadap Saya

57 tahun lalu

Tema Nuzulul Quran di Istana Besok: Alquran, Amanah Ekologis dan Jalan perdamaian Dunia

57 tahun lalu

Menag Nasaruddin Ingin Indonesia Jadi Pusat Studi Alquran Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal