Contoh Khutbah Jumat Bulan Syawal Terbaru, 4 Tanda Orang Istikamah

Kastolani Marzuki
Contoh khutbah Jumat Bulan Syawal terbaru tentang 4 tanda orang istikamah. (Foto: Freepik)

Shirathal mustaqim menurut Ibnu Katsir adalah: Mengikuti jalan Nabi, Mengikuti generasi salaf dari para sahabat seperti Abu Bakar dan ‘Umar, mengikuti kebenaran, mengikuti Islam, mengikuti Al-Qur’an.

Ibnu Katsir rahimahullah mengungkapkan bahwa semua pengertian di atas itu benar dan semua makna di atas itu saling terkait. Siapa yang mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengikuti sahabat sesudahnya yaitu Abu Bakar dan Umar, maka ia telah mengikuti kebenaran. 

Siapa yang mengikuti kebenaran, berarti ia telah mengikuti Islam. Siapa yang mengikuti Islam, berarti ia telah mengikuti Al-Qur’an (Kitabullah), itulah tali Allah yang kokoh. Itulah semua termasuk ash-shirothol mustaqim (jalan yang lurus). Semua pengertian di atas itu benar saling mendukung satu dan lainnya. Walillahil hamd. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 1:213.

Bagaimana kita bisa istiqamah pada jalan yang lurus?
Syafiq Al-Balji rahimahullah berkata bahwa ada empat cara untuk istiqamah : Pertama: Tidak meninggalkan perintah Allah karena sedang mengalami musibah.

Kedua: Tidak meninggalkan perintah Allah karena kesibukan dunia. Ketiga: Tidak mengikuti komentar orang lain dan mengedepankan hawa nafsu sendiri. Keempat: Beramal sesuai Al-Quran dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Hilyah Al-Auliya’, 8:17, dinukil dari At-Tadzhib Al-Maudhu’i li Hilyah Al-Auliya’, hlm. 50).

Sikap istikamah ini perlu ditanamkan dalam diri setiap umat Islam dalam kondisi bahagia maupun susah. Allah Ta’ala berfirman:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
 
Artinya: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyrah: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu:

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
 
Artinya: Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6).

Tentang ayat di atas, Qatadah rahimhuallah berkata:

لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ
 
“Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”

Ingatlah hikmah di balik musibah sungguh luar biasa Pertama: Musibah itu sebagai ujian, siapakah yang mampu bersabar.
Kedua: Untuk membersihkan hati manusia dan supaya lepas dari sifat-sifat buruk karena  ketika musibah datang, maka kesombongan, ujub, hasad berubah menjadi ketundukan kepada Allah.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Muslim
18 hari lalu

Teks Khutbah Jumat 10 April 2026 Pekan Ketiga Bulan Syawal Singkat Menyentuh Hati

Muslim
20 hari lalu

Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Catat Waktunya!

Muslim
25 hari lalu

Teks Khutbah Jumat Bulan Syawal Minggu Kedua 3 April 2026 Singkat Menyentuh Hati

Muslim
26 hari lalu

Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Syawal, Teks Arab dengan Artinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal