Hadits Palsu Puasa Rajab, Begini Cara Menyikapinya

Kastolani Marzuki
Puasa Rajab merupakan amalan sunnah untuk memuliakan bulan istimewa. Namun, ada yang menilai hadits puasa Rajab sebagai hadits palsu. (Foto: Freepik)

تخصيص هذه الأيام بالصوم بدعة فما كان النبي صلى الله عليه وسلم يصوم يوم الثامن والسابع والعشرين ولا أمر به ولا أقره فيكون من البدع

Artinya: Mengkhususkan hari-hari itu dengan puasa adalah bid'ah. Nabi SAW tidak pernah berpuasa pada tanggal 8 dan 27 Rajab, tidak memerintahkannya dan tidak mentaqrirnya. Maka hukumnya bid'ah. 

Ibnu Utsaimin (w. 1421 H) ketika ditanya tentang hukum puasa pada tanggal 27 Rajab dan shalat sunnah di malam harinya, beliau pun menjawab sebagaimana yang tertuang di dalam kitabnya Majmu' Fatawa wa Rasail Fadhilatusysyeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin sebagai berikut :

صيام اليوم السابع العشرين من رجب وقيام ليلته وتخصيص ذلك بدعة وكل بدعة ضلالة .

Puasa pada hari ke 27 bulan Rajab dan bangun malam dan mengkhususkan hal itu adalah bid'ah. Dan setiap bid'ah itu sesat.

2. Makruh

Pendapat kedua hukumnya adalah makruh, yaitu pendapat dari sebagain para ulama salaf, khususnya mazhab Al-Hanabilah. Dalam hal ini fatwa kemakruhannya terwakili oleh ulama mazhab ini, seperti Ibnu Qudamah dan Al-Mardawi.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Niat Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 Sekaligus Puasa Rajab, Cek Jadwalnya

57 tahun lalu

Dalil Puasa Rajab dalam Hadits Shahih, Lengkap Penjelasan Ulama 4 Mazhab

57 tahun lalu

Doa Buka Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan, Arab, Latin, dan Artinya

57 tahun lalu

Niat Puasa Ayyamul Bidh Januari 2025 Sekaligus Puasa Rajab, Ini 8 Keutamaannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal