Hukum Shalat Gerhana Bulan

Kastolani Marzuki
Hukum Shalat Gerhana Bulan menurut Mazhab Syafii adalah sunnah muakkadah. (Foto: Freepik)

Maksud dari perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Yang Menciptakan matahari dan bulan adalah perintah untuk mengerjakan shalat gerhana matahari dan gerhana bulan.

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Shalat gerhana bulan disyariatkan kepada siapa saja, baik dalam keadaan muqim di negerinya atau dalam keadaan safar, baik untuk laki-laki atau untuk perempuan. Atau diperintahkan kepada orang-orang yang wajib melakukan shalat Jumat.

Sholat gerhana dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafaz "As-Shalatu Jamiah". 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jadwal Gerhana Bulan Total Malam Ini 3 Maret 2026, Simak Tips Cara Melihatnya

57 tahun lalu

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Dilihat di Indonesia, Catat Waktunya!

57 tahun lalu

Ada Gerhana Bulan Supermoon Malam Ini, Cek Langit Sekarang!

57 tahun lalu

Menakjubkan! Penampakan Blood Moon di Langit Kota Makkah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal