Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari).
4. Puasa Senin-Kamis
Puasa Senin-Kamis di Bulan Muharram pahalanya menurut para ulama lebih besar dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Hal ini karena keutamaan Bulan Muharram.
Berikut Niat Puasa Sunnah Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatan Lillahi Ta'ala.
"Aku niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta'ala"
Niat Puasa Sunnah Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatan Lillahi Ta'ala.
"Aku niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala"
5. Niat Puasa Ayyamul Biidh
Puasa Sunnah Ayyamul Bidh atau puasa pertengahan bulan dilaksanakan tanggal 13, 14, dan 15 tiap bulan komariyah. Menjalankan puasa Ayyamul Bidh di Bulan Muharram juga memiliki nilai pahala lebih dibandingkan dengan bulan biasa.
Berikut niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Ghadin Ayyamul Biidh Sunnatan Lillahi Ta'ala.
"Aku niat berpuasa besok hari pada Ayyamul Bidh sunnah karena Allah Ta'ala"
Wallahu A'lam