Kapan Bulan Safar 2026 ? Simak Sejarah hingga Mitos Sial dan Doa Tolak Bala

Kastolani Marzuki
Ilustrasi kapan Bulan Safar 2026 yang diprediksi jatuh pada hari Kamis, 16 Juli 2026. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Kapan Bulan Safar 2026 atau 1 Safar 1448 Hijriah menjadi informasi penting bagi umat Islam sebagai acuan untuk beribadah.

Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah, setelah Muharram. Bulan ini memiliki banyak peristiwa bersejarah penting, termasuk hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah.

Arti bulan Safar karena rumah-rumah mereka kosong dari para penghuninya, sebab penghuninya pergi untuk berperang dan mengadakan perjalanan. Dikatakan safaral makanu, apabila tempat yang dimaksud kosong, tak berpenghuni. 

Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI),  Bulan Safar memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amalan sunnah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ibadah yang dianjurkan.

Sebagai umat Islam, hendaknya memahami bahwa setiap waktu yang Allah berikan adalah kesempatan emas untuk beramal saleh. Tidak ada bulan yang hina atau terkutuk dalam Islam, karena semua ciptaan Allah adalah baik dan membawa hikmah.

Oleh karena itu, bulan Safar ini patut disambut dengan semangat untuk memperbanyak ibadah dan amalan yang dapat menambah ketakwaan serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Lantas, kapan Bulan Safar 2026 dimulai? Berikut penjelasan lengkapnya.

Kapan Bulan Safar 2026?

Sesuai kalender Hijriah dari Kementerian Agama, Bulan Safar 2026 diperkirakan jatuh pada hari Kamis, 16 Juli 2026.Lajnah Falakiyah PBNU juga memprediksi Bulan Safar 1448 H akan jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026.

Sedangkan Muhammadiyah berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Bulan Safar 2026 jatuh pada Rabu, 15 Juli 2026.

Mitos Safar Bulan Sial

Di kalangan masyarakat Jawa, Bulan Safar atau Sapar kerap dihubungkan dengan mitos bulan sial dan banyak bencana. Pada masa Arab Jahiliyah, bulan Safar juga disebut bulan sial. 

Bulan Safar sering dikaitkan dengan mitos kesialan atau marabahaya. Asumsi ini sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan hingga pada masa Rasulullah SAW. Namun, Rasulullah SAW membantah mitos tersebut dan bahkan menyelenggarakan acara penting, seperti menggelar acara pernikahan di bulan Safar.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah ra disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

لا عدوى ولا طيرة ةلا هامة ةلا صفر وفر من المجذوم كما تفر من الأسد

Artinya: Tidak ada wabah (yang menyebar secara sendirinya), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga Safar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa.”

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
12 bulan lalu

Fakta Bulan Safar Dalam Islam, Benarkah Bulan Sial? Ini Bacaan Doa Tolak Bala

3 tahun lalu

Sejarah Rebo Wekasan Menurut Islam, Ini Hukum Meyakini Malapetaka di Akhir Bulan Safar

5 hari lalu

Teks Khutbah Jumat Akhir Bulan Muharram 10 Juli 2026 Singkat Padat

17 hari lalu

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026 / Muharram 1448 H, Bacaan Niat dan Keutamaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal