Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janaabati fardhollillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala
Setelah membaca niat, lanjutkan dengan melakukan mandi wajib secara lengkap. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Membersihkan Tangan: Mulailah dengan membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali untuk menghilangkan najis yang menempel.
2. Membersihkan Bagian Tubuh: Gunakan tangan kiri untuk membersihkan bagian kemaluan dan area lain yang terkontaminasi.
3. Melakukan Wudhu: Lakukan wudhu seperti hendak melaksanakan shalat, termasuk membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki.
4.Membasuh Kepala: Bershampoo kepala tiga kali, termasuk pangkal rambut dan telinga.
5.Guyur Seluruh Badan: Mulailah dari sisi kanan tubuh, kemudian guyur ke sisi kiri. Pastikan seluruh bagian tubuh terkena air, termasuk lipatan-lipatan kulit.
6.Basuh Kaki: Bershampo kedua kaki sampai mata kaki, dahulukan kaki kanan lalu kiri.
Mandi wajib bukan hanya sebuah rutinitas harian; ia memiliki makna spiritual yang mendalam. Dengan melakukan mandi wajib, seorang Muslim menjaga kesucian dirinya dan menjadi siap untuk beribadah. Bahkan, anjuran mengenai mandi wajib ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa Ayat 43:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْتُمْ سُكٰرٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتّٰى تَغْتَسِلُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُوْرًا ٤٣