Ilustrasi membaca sholawat nuril anwar tiap selesai sholat fardhu untuk meminta dijauhkan dari kesusahan. (Foto: ist)
Kastolani

JAKARTA, iNews.id - Sholawat Nuril Anwar atau Sirril Asrar digubah oleh Sayyid Ahmad Al Badawi rahimahullah. Dikutip dari buku Syariat Bershalawat karya Muhammad Habib Musthofa (2020), Sayyid Ahmad Al Badawi berkata banyak dari para ahli makrifat menyebutkan sholawat nuril anwar ini mujarab untuk mencapai hajat dan menghilangkan berbagai kesusahan. 

Selain itu, rutin membaca sholawat nuril anwar bisa menolak berbagai permasalahan yang rumit, memperoleh cahaya dan rahasia bahkan mujarab untuk semua persoalan. Sholawat Nuril Anwar ini dianjurkan dibaca seteah sholat fardhu.

Berikut bacaan Sholawat Nuril Anwar

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى نُوْرِ اْلأَنْوَارِ وَسِرِّ الأَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ اْلاَغْيَارِ وَمِفتَاحِ بَابِ الْيَسَارِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ نِالْمُخْتَارِ وَآلِهِ اْلأَطْهَارِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَخْيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَاِفضَالِهِ

Allahumma Shalli ‘Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asraari, Watiryaaqil Aghyaari Wamiftaahi Baabil Yasaari, Sayyidinaa Wamaulaana Muhammadinil Muhtaari Wa Aalihil Ath Haari Wa Ash Haabihil Ahyaari ‘Adada Ni’amillaahi Wa Ifdhaalih.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, belakang layar dari segenap rahasia, penawar sedih dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw. yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Yang Mahakuasa dan karunia-Nya”

Dalam kata pengantar Syariat Bershalawat, dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dr Ajid Thohir mengatakan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW adalah satu satunya amalan ibadah yang sangat istimewa dan telah dicontohkan langsung oleh Allah dan para malaikat.

Hal ini menandakan amalan bersholawat merupakan ibadah yang memiliki keistimewaan dan bisa menghubungkan secara ruhaniyah bahkan jasadiyah dengan sosok Nabi Muhammad SAW sebagai sentral kemanusiaan.

Sholawat merupakan wasilah atau penyambung doa antara manusia dan Allah. Banyak sekali bentuk doa yang disusun para Auliya baik dalam bentuk hizb maupun aurad selalu mengaitkan dengan Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai poros bumi ke langit atau sebagai penyambung dan penguat bagi doa.

Dengan bersholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW seluruh pikiran, perasaan dan keadaan jiwa seharusnya sudah bisa menghadirkan sosok Nabi SAW.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA TERKAIT