Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Tepat tanggal 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia akan memeringati Hari Kemerdekaan ke-80. Tema Kemerdekaan kali ini adalah Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Tema tersebut merupakan perwujudan atas pencapaian bangsa Indonesia dalam pembangunan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2018) makna kemerdekaan adalah keadaan (hal) berdiri sendiri, bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan kebebasan, contohnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa, artinya suatu bangsa yang merdeka adalah bangsa yang bebas dari penjajahan.
Bangsa Indonesia pernah mengalami penjajahan selama 142 tahun oleh kolonial Belanda dan 3,5 tahun oleh Jepang, melalui perjuangan yang gigih dan pengorbanan rakyat Indonesia yang luar biasa berupa jiwa raga dan harta benda yang dimilikinya pada saat itu, akhirnya tanggal 17 Agustus 1945 atau 80 tahun yang lalu, Bung Karno dan Bung Hatta atas nama Bangsa Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Sebagai anak bangsa, kita perlu memaknai kemerdekaan dengan bingkai ketauhidan. Hal Ini sebagaimana para pejuang dahulu berjuang dengan bingkai ketauhidan seperti kumandang kalimat tasbih, tahmid, dan takbir.
Ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam memaknai Kemerdekaan di antaranya:
1. Rasa syukur kepada Allah subhanahu wata'ala atas nikmat kemerdekaan ini, semoga dengan rasa syukur yang ikhlas, Allah subhanahu wata'ala akan menambah kemerdekaan dan membantu kita untuk memertahankannya. Firman Allah subhanahu wata'ala:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan; sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatku) maka pasti adzab-Ku sangat berat” (QS. Ibrahim/14 : 7).
2. Meningkatkan Iman dan Takwa kepada Allah subhanahu wata'ala agar kemerdekaan yang kita nikmati menjadi Berkah untuk bangsa Indonesia, firman Allah subhanahu wata'ala:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya: “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan” (QS. al-Araf/7 : 96).
3. Mengisi Kemerdekaan dengan membangun keseimbangan antara kepentingan akhirat dan dunia, dengan berbuat berbagai kebaikan dan yang bermanfaat bagi umat manusia.