Teks Khutbah Jumat 18 September 2026 / Rabiul Akhir 1448 H Singkat Terbaru

Kastolani Marzuki
Jemaah khusyuk mendengarkan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Foto: Dok)

Lanjutan Khutbah I

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Ikhtiar dan tawakal adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ibarat mendayung perahu, ikhtiar merupakan dayung sebelah kanan dan tawakkal merupakan dayung sebelah kiri. Jika dayung itu kita gunakan secara seimbang, maka kita dapat sampai di tepian dengan lancar. Lain halnya ketika satu dayung saja yang dikayuh, maka kita akan berputar di situ saja.

Kesatuan antara ikhtiar dan tawakkal ini dapat kita ambil contoh dalam sebuah hadis. Diceritakan suatu hari saat Rasulullah akan mengerjakan shalat Asar di Madinah, tiba-tiba datang seorang yang membawa unta merah—harganya mahal—dan melepaskan untanya begitu saja. Kemudian ia memasuki masjid untuk ikut shalat berjamaah. Mengetahui hal ini Rasul bertanya, “Hai fulan, mengapa engkau lepaskan untamu?” Orang itu menjawab, “Aku bertawakal kepada Allah, kalau Allah takdirkan hilang, meski untaku diikat, pasti akan hilang. Akan tetapi jika Allah takdirkan tidak hilang, maka meski untanya dilepaskan tetapi tidak hilang.” Mendengar jawaban tersebut Rasulullah bersabda, “Ikatlah untamu, kemudian bertakwalah kepada Allah.”

Sehingga kita mengetahui tawakal saja tanpa ikhtiar tidak diperbolehkan dalam agama. Sampai-sampai dalam sebuah kisah sahabat Umar pernah menegur sahabat yang kerjanya hanya berdoa di masjid. Beliau mengingatkannya, “tidak ada hujan uang dari langit.”

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Dari kisah ini dapat kita simpulkan, bahwa ikhtiar itu penting, dan tawakal juga penting. Karena dalam kehidupan nyata kita sering mengalami usaha yang tidak selamanya sepadan dengan asa. Ada misteri yang sering tak terjawab dari setiap tahap perjalanan hidup manusia. Terkadang kita sudah merasa sangat berusaha, namun hasilnya tak sesuai harapan. Di sisi lain kita sudah berusaha ala kadarnya, namun ternyata hasil yang didapat melebihi target yang dibuat. Dari semua yang ditakdirkan oleh Allah di hidup ini kita harus menegaskan sikap ridha. Rasulullah bersabda:

ومن سعادة ابن آدم رضاه بما قضاه الله ومن شقوة ابن آدم سخطه بما قضى الله عز وجل

“Di antara kebahagiaan anak Adam adalah ridha terhadap takdir Allah, dan di antara kesengsaraannya adalah benci terhadap takdir Allah.

Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah untuk senantiasa melakukan ikhtiar-ikhtiar terbaik. Sebagai upaya pengabdian kita kepada-Nya. Semoga kita dianugerahkan keteguhan iman dan takwa agar senantiasa bertawakal kepada-Nya. Serta diberikan sikap ridha pada semua takdir yang diberikan pada Allah.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
7 hari lalu

Teks Khutbah Jumat 11 September 2026 Singkat Menyentuh Hati tentang Bencana

14 hari lalu

Teks Khutbah Jumat 4 September 2026 / Rabiul Awal 1448 H Singkat Terbaru

8 hari lalu

Persiapan Haji Kini Makin Mudah, BPKH Hadirkan 5 Fitur Baru di BPKH Apps

23 hari lalu

4 Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal