JAKARTA, iNews.id - Teks khutbah Jumat edisi 8 Mei 2026 bikin merinding mengusung tema mewaspadai virus takabur. Umat Islam diperintahkan untuk menjauhi sifat takabur, karena sifat tersebut bisa merusak hati dan bisa mencelakakan hdiup di dunia dan akhirat.
Sifat dan perilaku takabur telah lama terjadi sejak kewujudan manusia pertama Nabi Adam as iblis telah dengki dengan penciptaan Nabi Adam as. Para ulama sendiri berbeda pendapat mengenai pengertian takabur.
Makna Takabur menurut M.Quraish Shihab dalam tafsirnya A-Mishbah adalah kesombongan memandang diri lebih baik dari yang lain. Banyak orang yang tidak menyadari atau merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah sebuah kesombongan dan keangkuhan, mereka terlalu menikmati apa yang mereka punya dan melupakan dari mana mereka mendapatkan apa yang mereka punya.
Karena itu, umat Islam harus menjauhi sifat sombong dan merasa paling hebat. Nah, berikut ini teks khutbah Jumat yang ditulis KH Nur Rohmad, Ketua Komisi Dakwah MUI Kabupate Mojokerto, dilansir dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُوْلَى وَالْآخِرَةِ، أَحْمَدُهُ وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الْبَاطِنَةِ وَالظَّاهِرَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، هَدَى بِإِذْنِ رَبِّهِ الْقُلُوْبَ الْحَائِرَةَ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ نُجُوْمِ الدُّجَى وَالْبُدُوْرِ السَّافِرَةِ، وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ (وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔولٗا. وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّكَ لَن تَخۡرِقَ ٱلۡأَرۡضَ وَلَن تَبۡلُغَ ٱلۡجِبَالَ طُولٗا. كُلُّ ذَٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهُۥ عِندَ رَبِّكَ مَكۡرُوهٗا)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Tiada kata yang pantas menghiasi bibir kita di hari yang mulia ini selain lantunan pujian kepada Allah SWT, teriring dengan shalawat dan salam kepada Baginda Rasulullah SAW.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Pada ayat-ayat yang telah saya baca, ditegaskan bahwa seseorang akan dihisab (dimintai pertanggungjawaban) atas pendengaran, penglihatan dan hatinya sebagaimana ia akan dihisab atas seluruh anggota badannya. Karena hati adalah pemimpin anggota badan, maka perbuatan-perbuatan anggota badan mencerminkan apa yang ada di hati.
Jika hati baik, maka anggota badan menjadi baik, dan jika hati rusak, maka rusak pula seluruh anggota badan. Hati tidak akan menjadi baik kecuali ketika bersih dari penyakit-penyakit dan disembuhkan dari penyakit-penyakit tersebut.
Di antara penyakit hati yang dilarang, sebagaimana terdapat dalam ayat 37 surat Al-Isra’, adalah bersikap takabur terhadap hamba-hamba Allah.
Jangan sampai kita berjalan dengan gaya jalan penuh dengan kesombongan, karena kita tidak akan menembus bumi dengan injakan dan kuatnya pijakan kaki kita. Kita juga tidak akan mencapai ketinggian gunung dengan kesombongan kita dan tidak akan menyamai kekuatan dan kekokohan gunung tersebut.