Teks Khutbah Jumat 8 Mei 2026 Bikin Merinding, Lengkap dengan Doa Penutup

Kastolani Marzuki
Umat Islam khusyuk mendengarkan khutbah Jumat di masjid Istiqlal, Jakarta. (Foto: Dok.iNews)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Allah telah melarang sifat takabur terhadap sesama hamba. Saat mengisahkan nasihat Lukman kepada anaknya, Allah SWT berfirman:

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُور

Artinya: “Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)

Makna ayat ini bisa diperluas: janganlah kita berpaling dari orang-orang di sekitar kita dengan bersikap sombong. Menghadaplah kepada mereka dengan muka seutuhnya. Jangan hadapkan kepada mereka separuh bagian muka dan pipi layaknya yang dilakukan oleh orang-orang congkak dan sombong. Jangan berjalan dengan gaya jalan yang penuh kesombongan, kecongkakan dan rasa bangga diri. Sebab yang demikian ini benar-benar dimurkai Allah.

Hadirin yang Berbahagia,

Virus takabur ini jangan sampai menyerang hati kita. Virus takabur ini jangan sampai merusak hati kita. Marilah kita berintrospeksi, kita teliti hati kita masing-masing.

Jika telah muncul sedikit saja virus menyombongkan harta pada hati kita, hendaklah kita mengingat Qarun. Sosok hartawan yang mana kunci gudang-gudang tempat penyimpanan hartanya, baru bisa diangkat oleh sejumlah orang yang berbadan kuat. Tapi bukankah ia dan seluruh hartanya dibenamkan ke dalam bumi? Kesombongannya tidak dapat menyelamatkannya.

Jika dalam hati kita telah muncul sedikit saja virus membanggakan kekuasaan dan jabatan yang kita miliki, hendaklah kita renungkan kisah Fir’aun. Soso yang pada akhir hayatnya tenggelam dan binasa di dalam air dan tidak bermanfaat baginya kerajaan dan pasukan-pasukannya.

Begitu juga, apakah pantas kita membanggakan kekuatan? Tentu jawabannya adalah tidak. Karena sakit gigi saja akan membuat kita terbaring tidak berdaya di tempat tidur.

Apakah pantas kita membanggakan ilmu yang kita kuasai? Tidak. Sungguh ilmu yang kita miliki bukanlah berasal dari diri kita pribadi, melainkan anugerah dari Allah SWT dan tidak bisa terlepas juga dari hasil jerih payah para ulama sebelum kita.

Hadirin, kita sama sekali tidak pantas menyombongkan dan membanggakan diri kita, karena pada hakikatnya permulaan diri kita adalah air mani yang menjijikkan dan akhir diri kita adalah seonggok bangkai.

Sekuat apa pun, sehebat apa pun, sekaya apa pun, sekuasa apa pun, setinggi apa pun jabatan seseorang, suatu saat nanti pasti ia akan dikalahkan oleh kematian.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Seseorang yang selalu memantau dan mengawasi hatinya serta terus-menerus berusaha untuk menghindarkannya dari virus takabur, maka ia akan meyakini bahwa kecerdasan, ilmu, harta dan jabatannya, sejatinya tidak berasal dari dirinya. Semua ini tidak lain adalah karunia yang Allah anugerahkan kepada dirinya. Karenanya, hendaklah ia bersyukur kepada Allah, tetap berlaku mengasihi orang yang di bawahnya dan hendaknya bersikap tawadhu’ (rendah hati), karena tawadhu’ termasuk di antara jenis ibadah yang paling utama.

Dalam kitab Al-Amali al-Muthlaqah, Ibnu Hajar al-Asqolani menyertakan satu riwayat hadis dari Sayyidah ‘Aisyah, yang menyebutkan bahwa Nabi SAW bersabda:

إِنَّكُمْ لَتَغْفُلُوْنَ عَنْ أَفْضَلِ الْعِبَادَةِ التَّوَاضُع

Artinya: “Sungguh kalian telah melalaikan salah satu bentuk ibadah yang paling utama, yaitu tawadhu’ (bersikap rendah hati).”

Nabi mengatakan demikian, tiada lain karena banyaknya orang yang terserang virus takabur. Seandainya semua orang bersikap rendah hati, niscaya akan sirna dari tengah-tengah mereka sekian banyak kebencian dan permusuhan, akan hilang rasa iri dan dengki. Mereka akan terhindar dari lelahnya persaingan, upaya bermegah-megahan dan saling membanggakan diri, dan mereka akan menikmati apa yang telah Allah karuniakan untuk mereka.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Demikian khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga hati kita dibersihkan dan dijauhkan oleh Allah SWT dari virus takabur. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Muslim
7 hari lalu

Teks Khutbah Jumat 1 Mei 2026 / Dzulqa'dah Singkat Terbaru, Lengkap dengan Doanya

Muslim
14 hari lalu

Teks Khutbah Jumat Bulan Dzulqa'dah 24 April 2026 Singkat Penuh Hikmah

Muslim
7 hari lalu

Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh di Hari Jumat? Simak Penjelasan Hukumnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal