Wakil Ketua Umum APPMI Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan sekaligus juri IYFDC 2026, Misan Kopaka, mengatakan tema tersebut dipilih untuk mendorong para desainer muda menggali warisan budaya Indonesia dengan pendekatan yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan industri mode saat ini.
"Tahun ini IYFDC mengangkat tema Threads of North Sumatra: Tradition in Contemporary Silhouette. Sebuah tema yang mengajak para desainer muda untuk mengeksplorasi kekayaan budaya Sumatra Utara melalui tekstil, motif, warna, serta nilai-nilai filosofinya, kemudian menerjemahkannya ke dalam siluet modern yang effortless dan sophisticated," ujar Misan dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2026).
Dalam proses penjurian semifinal, dewan juri menilai karya peserta berdasarkan empat aspek utama, yakni keindahan desain, kerapihan, daya pakai, serta daya jual. Dari penilaian tersebut, terpilih 12 finalis yang dinilai mampu menghadirkan kreativitas sekaligus memiliki potensi untuk berkembang menjadi produk fashion yang kompetitif di pasar.
Ketua Umum APPMI sekaligus Presiden Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, menegaskan bahwa IYFDC bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan juga wadah pembinaan bagi generasi baru desainer Indonesia.
"Tujuan IYFDC adalah mencetak desainer-desainer muda yang memiliki potensi dan bakat agar mereka dapat berkembang dalam industri fashion dan memperoleh kesempatan untuk bersaing di tingkat internasional," kata Poppy.