Firasat tersebut akhirnya terbukti saat salah satu kakaknya menghubungi dia pada malam hari. Saat itu, dia diminta segera pulang karena sang ayah ingin bertemu.
"Jam 11 malam kakak aku kontak, bilang papa pengen ketemu, kayak nungguin aku pulang. Ya, sudah aku datang, sempat ngobrol cukup banyak, terus papa pamit," tutur dia.
Meski diliputi duka mendalam, dia tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk mendampingi sang ayah di detik-detik terakhir. Dia juga merasa lega bisa berpamitan secara langsung.
"Lega sih, aku bersyukur juga keluarga kasih ruang buat aku ngobrol sama papa," ucapnya.