Selain itu, dia mengungkapkan bahwa beberapa material untuk pengerjaan tiga instalasi tersebut menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.
"Kalau diperhatikan, setiap instalasi punya karakter yang sama. Bentuk mata yang memicing, dari sini ada ekspresi kekhawatiran dan kepasrahan (akan kepunahan) sebenarnya. Jadi, semua instalasi yang aku desain akan membawa ekspresi itu nantinya," kata Hendro.
Sementara itu, Director Jakarta Fashion Week Lenni Tedja mengatakan, program 'Fashion Habitat' ini tak sekadar memajang instalasi seni tiga hewan yang hampir punah tersebut. Tetapi ada bentuk lain berupa donasi yang akan disumbangkan untuk konservasi satwa.
"Sebagai langkah nyatanya, kami akan mendonasikan Rp20.000 per transaksi yang dilakukan di Fashionlink x #BLCKVNUE selama periode program ini," kata Lenni di kesempatan yang sama.
Program ini juga didukung pihak WWF Indonesia yang menggabungkan antara industri kreatif dan konservasi.
"Diharapkan ini dapat meningkatkan kesadaran pelaku industri dan peminat produk industri kreatif akan penerapan praktik bisnis yang berkelanjutan di Indonesia," tutur Direktur Kemitraan WWF Indonesia Ade Swargo Mulyo yang turut hadir dalam acara ini.