"Pokoknya nanti cuang umroh bareng nyak a, pokona pengen bareng kamu a," tulis Oghel mengenang ucapan Kanaya.
Mimpi itu kini hanya tinggal kenangan.
Oghel mengaku masih tidak percaya Kanaya telah pergi. Dia menggambarkan Kanaya sebagai perempuan yang baik, kuat, mandiri, dan tidak suka merepotkan orang lain.
Mereka bahkan sempat memiliki rencana untuk bekerja bersama. Namun, pertemuan terakhir keduanya justru terjadi di rumah sakit.
"Aku bersaksi kamu (Kanaya Whu) orang baik yang pernah aku kenal," tulis Oghel.
Kini, Kanaya telah dimakamkan. Namun, bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang pernah mengenalnya, kenangan tentang suara, karya, kebaikan, serta mimpi-mimpinya akan tetap hidup.