Adinia Wirasti terlibat dalam mempromosikan gerakan membaca. (Foto:Instagram)
Siska Permata Sari

JAKARTA, iNews.id - Kegiatan membaca kini tak harus melalui buku fisik berupa kertas. Berkat adanya teknologi dan digitalisasi, membaca buku favorit bisa dilakukan hanya dengan menyentuh ponsel pintar saja. Tetapi bagi Adinia Wirasti, membaca buku fisik lebih menarik daripada digital.

"Dulu kalau saya kumpul atau pergi bareng teman, suka membawa buku sampai tiga. Terus, teman saya kasih saran membaca lewat online atau e-book. Oh iya, baru tahu, kok gaptek juga saya," kata Adinia Wirasti saat ditemui iNews.id dalam acara PerpuSeru di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (6/11/2017).

Namun, kata dia, membaca buku lewat media kertas lebih diminatinya. "Memang membantu (e-book) itu. Tapi saya sih, pilihan personal tetap kertas," akunya.

Bahkan, dalam pekerjaannya sekalipun sebagai seorang aktris film Indonesia, pemeran Karmen di film “Ada Apa dengan Cinta” itu, mengaku lebih suka menerima skrip film berbentuk fisik.


"Kalau dibilang, ‘Oke saya kirimi skrip ya, saya sih maunya kertas.’ Mungkin ini terbawa dari waktu sekolah dulu," lanjutnya.

Waktu sekolah dulu di Amerika, Asti mengaku selalu berada di perpustakaan karena memang di sana menerapkannya demikian. "Ketika saya pulang, kebiasaan itu terbawa ke Indonesia."

Kehadiran era digital memang dapat menggerus kebersamaan, seperti diskusi dan braistorming.

"Banyak orang memilih teleponan atau chatting daripada diskusi atau brainstorming. Padahal ketika berdiskusi dan ketemu langsung, kita dapat merasakan energinya. Ide, gagasan, atau insight itu bisa muncul dari situ," tutupnya.



Editor : Tuty Ocktaviany

BERITA TERKAIT