“Jadi sehari sebelum pengambilan CCTV, yang tinggal di rumah itu ada Y, itu ART. ART ini menginformasikan kepada pihak A, saksi, kalau semalam ada suara seorang laki-laki dan ada suara-suara aneh,” kata Sukardi.
Informasi tersebut membuat Agung merasa perlu mengambil CCTV untuk memastikan sumber suara yang dimaksud. Namun, Sukardi mengaku tidak dapat mengungkap detail suara aneh tersebut.
“Terkait dengan suara aneh itu kami tidak bisa sampaikan, karena di kesaksian juga tidak ada informasi lebih lanjut terkait hal itu,” ujarnya.
Kasus dugaan akses ilegal ini masih terus didalami penyidik Bareskrim Mabes Polri. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap secara utuh peristiwa pengambilan CCTV di rumah Inara Rusli.