“Saya ingin meluruskan bahwa itu terjadi di akun media sosial sekolah dan akun media sosial pribadi anak saya, yang isinya berupa komentar-komentar tidak pantas dari beberapa oknum,” lanjutnya.
Sarwendah juga membantah anggapan anak-anaknya mengalami bullying secara langsung dari lingkungan sekolah. Dia menyebut pihak sekolah justru memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan pendidikan tetap aman bagi para siswa.
“Dan penggiringan opini bahwa perundungan (bullying) itu terjadi di lingkungan sekolah anak-anak saya adalah tidak benar, karena pihak sekolah sangat menjaga lingkungan sekolah dari hal-hal bersifat perundungan,” ujarnya.
Dia mengaku bersyukur anak-anaknya berada di lingkungan sekolah yang memberikan perhatian terhadap keamanan dan kenyamanan para siswa.
Sarwendah pun meminta publik lebih berhati-hati ketika memberikan komentar di media sosial. Terlebih, komentar tersebut menyangkut anak-anak yang masih membutuhkan perlindungan dari dampak negatif perundungan di ruang digital.
“Oleh karena itu saya memohon kepada semua pihak untuk menjaga komentarnya terhadap anak-anak di sosial media,” ucap Sarwendah.