Menurut Arda, modus penipuan saat ini semakin canggih. Bahkan, orang yang dinilai memiliki pengetahuan dan pendidikan tinggi tetap berpotensi menjadi korban.
"Kadang penipu itu selalu satu langkah lebih licin, sepuluh langkah lebih licin. Orang yang terpikir dengan baik pun bisa tertipu. Kenapa waktu itu kita gembar-gemborin di sosial media? Bukan karena mau berbagi kasus buruk, tapi jangan sampai ada korban lain," ujarnya.
Arda juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya, termasuk kepada orang-orang yang berada di lingkaran terdekat. Sebab, menurut dia, orang terdekat justru bisa mengetahui kelemahan seseorang.
"Kadang orang terdekat itu paling mudah menusuk punggung kita dari belakang. Karena dia tahu apa blind spot kita itu," katanya.
Saat ini, kasus dugaan penipuan tersebut telah resmi dilaporkan dan ditangani Polda Metro Jaya. Arda mengatakan proses hukum masih berjalan karena terduga pelaku hingga kini belum ditemukan.