"Senang melihat KKPK, yang sudah menemani banyak anak Indonesia lebih dari 2 dekade ini bisa terus hadir sampai sekarang. Terutama di era digital seperti ini, yg menurutku membaca tetap punya peran yg sangat penting untuk mengasah imajinasi, kreativitas, dan cara berpikir anak-anak," lanjutnya.
Ada hal lain yang membuat karya Gempi semakin menarik perhatian. Cerita berjudul 'Penghancur Hutan' itu ternyata sudah ditulis sejak tahun lalu, jauh sebelum situasi lingkungan yang belakangan menjadi sorotan publik.
Meski demikian, tema yang diangkat dalam cerita tersebut terasa relevan dengan persoalan lingkungan hidup saat ini. Gisel pun mengaku terkejut melihat bagaimana tulisan sang putri seolah bersinggungan dengan kondisi yang terjadi belakangan.
"Selain terpilih menjadi judul utama komik kali ini, cerita Gempi yang berjudul ‘Penghancur Hutan’ yg sebenarnya dibuat dari tahun lalu ini terasa relate dengan kondisi lingkungan yang sedang terjadi belakangan, meskipun ceritanya sudah dibuat jauh sebelumnya, dan sebenarnya tidak berkaitan dengan situasi sekarang. What a coincidence," ungkap Gisel.
Di balik kebanggaannya, Gisel juga menyampaikan harapan agar persoalan lingkungan yang terjadi saat ini segera menemukan solusi. Dia berharap alam kembali pulih dan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga hutan demi kehidupan generasi mendatang.