"Ada suatu mekanisme yang dilakukan oleh BP ketika dia kaget, karena data-data pribadinya yang tidak pernah di-share ke siapapun itu tiba-tiba terpublikasi di media sosial atau di ruang publik. Dan oleh karena itu, dia melakukan pengecekan, siapa orang terakhir yang masuk ke dalam datanya dia," kata Minola.
Dari hasil penelusuran dan upaya pemulihan akun, Betrand menemukan keterkaitan dengan alamat surel yang diduga digunakan untuk mengakses akunnya secara ilegal.
Menurut Minola, temuan tersebut menjadi salah satu dasar pelaporan. Betrand juga mengenali dua nomor telepon yang tercatat dalam penelusuran tersebut sebagai nomor yang, sepanjang pengetahuannya, digunakan oleh Sarwendah.
"Dari situ semuanya terungkap. Bahwa ternyata selama ini data akunnya itu ada keterkaitan atau keterpautan dengan email yang tadi disebutkan sebagai email yang patut diduga meretas dan kita laporkan," ujar Minola.
Minola menyebut dua nomor telepon yang dimaksud, yakni 0817-654-5555 dan 0817-6666-499. Dia mengatakan Betrand mengenali kedua nomor tersebut sebagai nomor telepon Sarwendah.