"Indonesia adalah negara yang sangat indah dan menurut saya keindahan itu harus mengalir samanya dengan pemerataannya. Dengan akses listrik dan aula serbaguna, kami ingin memajukan tingkat hidup mereka," tuturnya.
Meski membawa bantuan yang berdampak besar bagi masyarakat, Audrey menegaskan dirinya tidak ingin dipandang sebagai sosok penyelamat atau 'superhero'. Ia menilai pendekatan yang tepat adalah membangun kemandirian warga agar mampu mengelola fasilitas yang telah diberikan.
"Sesuai dengan values dari Miss Indonesia bahwa kami tidak datang sebagai superhero. Kami tidak datang dan memberi listrik habis itu langsung pulang, tidak," tegasnya.
Sebagai bagian dari program tersebut, Audrey bersama tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat setempat mengenai cara merawat dan mengelola panel surya secara mandiri. Langkah ini dilakukan agar warga dapat menjaga keberlangsungan manfaat proyek tanpa bergantung pada bantuan dari luar.
"Kami ingin mengajarkan mereka sistem untuk menjaga panel surya ini. Jadi it’s not dependence, ini bukan ketergantungan, tapi pemberdayaan," imbuh Audrey.
Melalui pendekatan berbasis pemberdayaan tersebut, Audrey berharap proyek BWAP yang dibawanya tidak hanya menghadirkan terang secara fisik melalui listrik tenaga surya, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berkembang, belajar, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.