Pesugihan banyak terjadi di pergantian musim. Mulai dari musim kemarau ke musim hujan, musim panen ke musim tanam, begitupun sebaliknya.
"Sederhananya, dulu ondel-ondel diarak warga di Batavia dengan maksud agar hasil panen sukses. Sebab, ondel-ondel dipercaya sebagai perwujudan sosok penolak bala," kata Asep.
Kembali ke pembahasan babi ngepet, menurut Asep, masyarakat Indonesia yang didominasi Muslim, babi yang dinilai haram dikonotasikan jadi sesuatu yang buruk. Oleh karena itu, ketika ada babi di lingkungan masyarakat Islam diasosiasikan sesuatu yang negatif.
"Peran agama juga mempengaruhi suatu kepercayaan di masyarakat. Isu kedatangan babi ke suatu kampung pun akhirnya dianggap janggal. Beda dengan babi pink, pasti pemaknaannya lain," tuturnya.