Melalui buku tersebut, kegiatan literasi sekaligus menjadi sarana untuk mempertemukan kreativitas anak-anak dengan dukungan masyarakat. Pembelian buku memberikan manfaat ganda, yakni menghadirkan cerita untuk dibaca sekaligus membantu mendukung kebutuhan pendidikan.
Meski demikian, dampak kegiatan ini tidak hanya dapat dilihat dari jumlah buku yang terjual atau dana yang terkumpul. Lokakarya yang diselenggarakan juga memberi anak-anak pengalaman dalam mengembangkan cerita, menyusun ilustrasi, dan memahami proses penerbitan sebuah buku.
Kesempatan untuk melihat karya sendiri diterbitkan menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut. Anak-anak dapat menyaksikan bagaimana gagasan yang mereka tuangkan melalui tulisan dan gambar mampu menjangkau pembaca di luar lingkungan mereka.
Bagi Jasmine dan Jady, Cita Kita berangkat dari kepedulian terhadap ketimpangan kesempatan pendidikan yang masih dihadapi sebagian anak di Indonesia. Keduanya ingin membangun inisiatif yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak untuk berpartisipasi dan mengembangkan kemampuan.
Nama Cita Kita, yang berarti Our Dreams atau Mimpi Kita, mencerminkan gagasan bahwa setiap anak berhak memiliki cita-cita dan memperoleh kesempatan untuk mengejarnya, terlepas dari latar belakang sosial maupun ekonomi.
Setelah buku pertamanya terjual ratusan eksemplar, Cita Kita kini tengah mempersiapkan penerbitan volume kedua. Proyek lanjutan ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak anak untuk mengembangkan kreativitas dan memperoleh apresiasi atas karya mereka.
Ke depan, penerbitan buku, lokakarya pendidikan, dan kolaborasi dengan komunitas diharapkan dapat memperluas jangkauan inisiatif tersebut.