JAKARTA, iNews.id - Presenter Daniel Mananta menceritakan pengalamannya berada di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan. Dia mengaku terkejut mencium bau asap pekat ketika keluar dari hotel tempatnya menginap.
Pengalaman tersebut membuat Daniel menyoroti persoalan karhutla dan polusi udara yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Menurutnya, kualitas udara yang buruk tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kenyamanan saat berolahraga di luar ruangan.
Sebagai pegiat olahraga lari, Daniel mengaku merasakan langsung sulitnya beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang bersih. Dia menilai persoalan polusi udara bukan hanya menjadi masalah individu, melainkan ancaman yang perlu mendapat perhatian bersama.
"Dengan saya sendiri adalah pelari, saya suka banget lari, tapi sayangnya udara jadi agak sesak gitu, eh untuk saya lari gitu di luar. Jadi ya ini problem bukan, bukan cuma problem satu atau dua orang aja, tapi ini bener-bener problem buat kita semua," ujar Daniel Mananta saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Dia berharap pemerintah mengambil langkah lebih tegas untuk menangani karhutla dan dampaknya terhadap kualitas udara. Persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius agar masyarakat tidak terus-menerus terpapar asap.