Setelah menerima penunjukan, Chiki tetap mengikuti diklat petugas Haji yang dimulai pada 22 Januari 2026. Meski baru kembali dari misi kemanusiaan di Yordania, Palestina, dan Suriah, ia langsung bergabung dan menjalani pelatihan dengan disiplin penuh.
Dalam diklat tersebut, Chiki ditempatkan di TUSI Medical Center Haji (MCH) dengan tugas utama membuat konten seputar kegiatan petugas hingga pelaksanaan Haji. Ia mengklaim seluruh arahan dan batasan yang diberikan atasan telah dipatuhinya.
Namun, situasi berubah drastis pada 26 Januari 2026 malam. Saat mengikuti kelas bahasa Arab, Chiki dipanggil oleh pihak Kemenhaj dan diminta menghentikan diklat serta dipulangkan.
“Kami juga berat, mbak Chiki. Tapi ini arahan dari atasan,” ujar petugas Kemenhaj seperti ditirukan Chiki.
Keputusan tersebut membuat Chiki syok dan merasa terpukul, terlebih karena selama ini ia mendapat banyak umpan balik positif selama diklat berlangsung.