“Yang jelas, teman-teman perlu tahu Doktif punya riwayat yang namanya sinusitis. Jadi memang kalau sudah kecapekan banget sampai sebegitunya, ini puncaknya, jadi drop banget,” ujarnya.
Alih-alih mengeluhkan pemeriksaan yang dijalaninya, Doktif justru mengaku prihatin terhadap ancaman hukuman yang menanti Richard Lee. Menurutnya, ancaman pidana hingga 12 tahun penjara atas laporan yang dia layangkan di Polda Metro Jaya bukanlah hal ringan.
“Kalau dibilang pusing, mungkin ya pusing. Tapi pusingnya itu mikirin sesama teman sejawat. Kok rasanya Doktif itu tega banget ya, melaporkan seorang DRL dengan ancaman 12 tahun plus 5 tahun,” ucapnya.
Doktif menyebut, sebagai sesama dokter, ancaman hukuman tersebut menjadi beban psikologis tersendiri bagi dirinya.
“Sebagai sesama dokter, ada rasa enggak tega. Itu yang justru membuat tekanan batin bagi Doktif sendiri,” ujarnya.