Denada masih memberikan ruang bagi Aisha untuk mengembangkan bakat seni yang dimiliki. Namun, aktivitas tersebut hanya diperbolehkan sebagai hobi dan tidak boleh mengganggu pendidikan.
"Dan buat aku peraturannya tuh jelas: tidak boleh berkarier dulu, kerja dulu secara profesional sebelum sekolahnya selesai. Jadi sekarang kalau mau melakoni apa pun, dilakoni boleh, tapi sebatas hobi aja. Kalau nanti udah selesai sekolah, udah sarjana, barulah dia kalau mau mendalami atau bekerja secara profesional di bidang yang dia passionate, boleh. Gitu," ucap wanita 47 tahun tersebut.
Kini, Denada bahkan lebih ketat membatasi aktivitas Aisha. Putrinya yang tengah beranjak remaja akan menghadapi ujian kelulusan sekolah dasar di Singapura.
"Aku sekarang ini lagi banyak ngerem-ngerem dia. Aku cuma pokoknya belajar dulu, belajar dulu, belajar dulu, pastikan bahwa dia bisa mendapatkan hasil yang terbaik di ujian akhirnya ini, karena buat aku itu nomor satu sekarang," tutup Denada.