"Ke depan, kita akan terus menggali potensi di daerah agar bisa dikembangkan bersama, khususnya produk kerajinan. Karena tugas utama Dekranas adalah membina dan mengembangkan kerajinan produk UMKM di seluruh Indonesia," ucapnya.
Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bintang Puspayoga menambahkan, pemilihan Provinsi Maluku Utara sebagai salah satu tempat pelatihan telah dipikirkan secara matang. Sebelumnya sudah ada empat daerah di Indonesia yang dipilih untuk menggelar acara serupa.
Kota-kota tersebut adalah Manokwari, Tuban, Palembang, dan Banjarmasin. Rencananya, provinsi yang terakhir menggelar acara ini adalah Sulawesi Tengah.
"Sehingga kelestarian hasil karya produk kerajinan yang berbasis kearifan lokal dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan," ucapnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 451 peserta. Ada beberapa program yang dilakukan, yakni penyuluhan perkoperasian kepada kelompok usaha bersama pra koperasi, pelatihan perkoperasian, pelatihan kewirausahaan , pelatihan vocational keterampilan teknis bagi Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM), sosialisasi program LPDB-KUMKM, Bimtek petugas penyuluh koperasi lapangan (PPKL), diklat pemanfaatan bahan baku lokal bagi KUKM, hingga diklat penerapan laporan keuangan berbasis aplikasi (Lamikro).