Dalam penjelasannya, dia menyebut sejumlah titik menunjukkan hasil yang lebih rendah dibandingkan mutu beton K-300 yang tercantum dalam dokumen.
Berbagai temuan tersebut membuat kondisi rumah Tasya menjadi perhatian. Namun, besarnya biaya pembangunan yang telah dikeluarkan tidak membuatnya menyerah untuk mempertahankan hunian tersebut.
Tasya Farasya tetap memilih memperbaiki rumahnya meski harus menyiapkan biaya miliaran rupiah untuk menangani persoalan struktur bangunan. Dia juga menegaskan bahwa masih ada solusi untuk memperbaiki kondisi rumah tanpa harus membongkarnya dari awal.