Hasil pemeriksaan tersebut, menurut Fahira, menunjukkan temuan yang berbeda. Berdasarkan penjelasan dokter, apendiksnya tampak normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda peradangan yang jelas.
Fahira juga menyebut terdapat pengukuran sekitar 2,02 milimeter pada gambar CT scan. Namun, dia menekankan bahwa dokter tidak hanya berpatokan pada satu angka tersebut.
"Yang menjadi dasar fokus dokter adalah hasil keseluruhan CT scan, bukan hanya satu angka tersebut," ujarnya.
Berdasarkan keseluruhan hasil pemeriksaan itu, Fahira mengatakan dokter menyatakan dirinya tidak perlu menjalani operasi usus buntu.
Meski pengalaman tersebut viral dan memicu perdebatan, Fahira meminta masyarakat tidak menjadikan kisahnya sebagai acuan untuk mengambil keputusan medis.