"Di satu sisi saya masih menyayangi keluarga saya, di sisi lain saya melihat keluarga yang saya perjuangkan hancur di depan mata saya, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkannya," ujarnya.
Dalam bagian lain pernyataannya, Sarwendah mengungkap bahwa selama sekitar 11 tahun ia berusaha memahami berbagai keadaan, termasuk ketika kondisi keuangan keluarga sedang sulit. Bahkan, ia mengaku tetap bertahan meski nafkah anak-anak sempat tidak diberikan selama sekitar tiga bulan dan pembangunan rumah baru terhenti.
Namun, pada saat yang sama, ia kembali mengetahui dugaan perselingkuhan yang disebut pernah melukai kepercayaannya di masa lalu.
"Dan saya mengungkapkan perselingkuhan beliau di video itu," katanya.
Sarwendah menegaskan bahwa unggahan klarifikasinya bukan bertujuan membuka luka lama atau menyerang pihak tertentu. Ia mengaku selama ini memilih diam karena berharap persoalan rumah tangganya dapat diselesaikan tanpa harus menjadi konsumsi publik.
Namun setelah video yang beredar dinilainya tidak menampilkan konteks secara utuh dan banyak pihak meminta dirinya menunjukkan bukti, Sarwendah merasa perlu menyampaikan versinya kepada publik.