Menurut Nana, dirinya memahami bahwa penjualan barang tentu bertujuan mendapatkan keuntungan. Namun, dia menilai kenaikan harga secara drastis ketika terjadi situasi bencana seharusnya tidak dilakukan.
"Memang, jualan goal-nya profit. Tapi nggak usah securang ini pada saat bencana kali ya," lanjutnya.
Nana kemudian menjelaskan alasan dirinya mempertanyakan lonjakan harga masker tersebut.
Dia menyebut suaminya bekerja di sebuah perusahaan yang salah satu produk dalam daftar penjualannya adalah masker N95. Karena itu, Nana mengaku mengetahui harga masker N95 di tingkat distributor.
Kondisi tersebut membuat Nana menilai kenaikan harga secara mendadak di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat merupakan tindakan yang tidak manusiawi.
"Kebetulan suami saya juga salah satu product list di perusahaannya adalah masker N95 jadi harga distributornya saya tahu persis berapa. Mark up spontan kaya gini ngga berperikemanusiaan," tulis Nana.