Dana yang terkumpul nantinya disalurkan melalui Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) untuk mendukung restorasi habitat dan penyelamatan satwa liar di Indonesia.
Dengan langkah tersebut, Raisa menjadikan karya musiknya sebagai salah satu sarana untuk mendukung pelestarian lingkungan. Pesan yang dibawanya tidak berhenti di atas panggung, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi bagi kehidupan satwa liar.
Lantas, apa sebenarnya makna salam tiga jari yang diacungkan Raisa?
Salam tiga jari atau three-finger salute dikenal luas melalui novel dan film The Hunger Games. Dalam kisah tersebut, gestur ini awalnya digunakan sebagai bentuk penghormatan, simpati, dan perpisahan.
Seiring berkembangnya cerita, simbol tersebut berubah menjadi tanda solidaritas dan perlawanan masyarakat terhadap pemerintahan otoriter Capitol.
Di dunia nyata, salam tiga jari kemudian diadopsi dalam berbagai gerakan sosial dan pro-demokrasi di sejumlah negara, termasuk Thailand, Myanmar, dan Hong Kong. Simbol ini kerap dikaitkan dengan semangat kebebasan, persatuan, serta penolakan terhadap kekuasaan yang dianggap menindas.
Di Indonesia, salam tiga jari juga sempat menjadi perhatian dalam aksi #IndonesiaSadar yang berlangsung di kawasan Bundaran HI pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Sementara itu, konser Raisa Handmade Night berlangsung selama dua hari, yakni 4 dan 5 November 2026, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Penampilan hari pertama Raisa pun menyisakan momen yang ramai diperbincangkan, terutama ketika dia mengacungkan salam tiga jari di tengah lagu Nyawa dan Harapan.