Inarasati mengakui bahwa menjaga Istikamah bukan perkara mudah. Bahkan, menurutnya, semakin banyak ilmu yang diketahui seseorang, semakin besar pula tanggung jawab untuk berusaha mengamalkannya.
"Istikamah itu sulit, tapi lebih sulit tentang hisab atas ilmu yang kita tahu namun tidak pernah berusaha kita amalkan," ujarnya.
Pernyataan tersebut seolah menggambarkan proses yang sedang dijalani Inarasati. Dia tidak berbicara mengenai kesempurnaan, tetapi tentang bagaimana seseorang mau terus belajar dari berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya.
Bagi Inarasati, menjadi pribadi yang lebih baik tidak harus dilakukan dengan langsung menjadi sempurna.
"Gak harus langsung sempurna untuk menjadi lebih baik. Belajar dulu. Mulai dulu. Jatuh, bangun lagi. Salah, perbaiki lagi," tulisnya.