JAKARTA, iNews.id – Rhomedal kini sukses berbisnis vape. Keputusannya berjualan vape lantaran adanya peluang daya beli masyarakat yang bagus, bukan karena tidak ada job sulap.
Peta bisnis vape atau rokok listrik di Indonesia, memang mengalami kenaikan. Hal tersebut terlihat dari grafik yang diperlihatkan Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), bahwa dari tahun 2012, pedagang vape naik 50 sampai 300 persen hingga saat ini.
Peluang inilah yang membuat pesulap Rhomedal, serius menggeluti bisnis rokok elektrik.
"Ya bayangin saja mas, pengguna vape di Indonesia tahun ini saja sudah mencapai di atas 500 ribuan. Diprediksi akan terus meningkat, dilihat dari manfaat vape dan bahan baku yang mudah didapat di Indonesia," kata Ketua Humas APVI Rhomedal, saat ditemui iNews.id di bilangan Kelapa Gading, Minggu 3 Desember 2017.
Selain itu, harga yang murah juga menjadi salah satu faktor Rhomedal terjun dalam bisnis ini.
"Bahan dasar vape atau biasa kita sebut liquid, itu murah. Yang mahal adalah alat pembakarnya atau vaporizer. Tapi vaporizer kan cukup dibeli satu kali saja, enggak perlu berulang-ulang. Beda dengan rokok biasa yang terus dibeli kalau habis. Nah, kalau liquid habis, yang dibeli liquidnya bukan vaporizernya lagi," jelas Rhomedal.
Peraih gelar Indonesian Magic Champion 2008 ini mengaku, bisnis yang sudah dijalani empat tahun itu, sangat menguntungkan. Walaupun ia tidak menyebutkan secara gamblang berapa keuntungan yang diperoleh selama berjualan vape. Namun, bisnis ini dinilai cukup membantu dirinya saat dunia sulap Indonesia masih stagnan.
"Aku enggak bisa kasih tahu secara persis keuntungan yang didapat selama empat tahun jualan vape. Tapi begini deh, kita bicara logika, kalau jualan vape itu merugikan, aku sudah dari dulu gulung tikar. Enggak bisa bertahan selama ini," ungkapnya.
Rhomedal mengamati, bahwa beberapa tahun belakangan ini pasar sulap di Indonesia lagi kurang gereget. Tapi untuk tahun ini, sudah mulai ada peningkatan.
“Bukan berarti aku jualan vape, lantaran enggak ada job sulap juga. Tapi karena lihat antusiasme masyarakat terhadap vape, yang aku jadikan peluang buat bisnis," tutup Rhomedal.