Fenomena ini menjadi sorotan karena produk yang diluncurkan ternyata jauh berbeda dari ekspektasi publik. Sebelum resmi diumumkan, media sosial dipenuhi berbagai render AI dan rumor yang menyebut Swatch akan menghadirkan versi murah dari Royal Oak, model ikonis Audemars Piguet yang terkenal dengan harga fantastis.
Namun saat dirilis, AP x Swatch justru hadir dalam bentuk jam saku warna-warni bergaya pop art yang dapat dipakai sebagai aksesori fesyen. Koleksi tersebut menggabungkan elemen desain Royal Oak dengan sentuhan Swatch POP era 1980-an.
Reaksi publik pun terbelah. Sebagian penggemar memuji desainnya yang unik dan playful, sementara sebagian lain menyebutnya sebagai 'Royal Flop', karena tidak sesuai ekspektasi awal.
Meski menuai pro dan kontra, koleksi ini tetap diburu kolektor dan reseller. Harga retail yang berada di kisaran 400 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp7 jutaan langsung melonjak di pasar resale hanya beberapa jam setelah peluncuran.
Fenomena viralnya AP x Swatch dianggap masih sangat efektif menciptakan hype global. Strategi peluncuran terbatas, teaser misterius, hingga kekuatan media sosial sukses membangun rasa penasaran dan FOMO di kalangan generasi muda.
Bagi Swatch, kesuksesan ini memperpanjang daftar kolaborasi fenomenal mereka setelah MoonSwatch bersama Omega dan Scuba Fifty Fathoms bersama Blancpain. Sementara bagi Audemars Piguet, kolaborasi ini dianggap langkah berani karena membawa elemen desain Royal Oak ke pasar yang jauh lebih luas.