Darah Juang bukan sekadar lagu. Diciptakan pada awal 1990-an, karya itu lahir dari kegelisahan sosial dan keberpihakan John terhadap rakyat kecil yang tertindas. Liriknya yang puitis namun penuh daya gugah menjelma menjadi nyala semangat bagi ribuan mahasiswa.
Pada momentum Gerakan Reformasi 1998, lagu tersebut menggema di berbagai sudut negeri. Dari aksi pendudukan gedung DPR/MPR di Jakarta, demonstrasi di Yogyakarta, hingga momen-momen duka nasional seperti pemakaman sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer.
Sebagai informasi, John Tobing lahir di Binjai, Sumatera Utara, pada 1 Desember 1965.
John Tobing dikenal sebagai pribadi sederhana yang memilih hidup tenang di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Dia tinggal bersama istri tercinta, Dona, serta ketiga anak mereka.