“Saya tersenyum di hari Ibu saya pergi. Bukan karena tidak sedih, menulis ini pun air mata menetes di wajah,” tuturnya.
Menurut Deddy, kesedihan tetap ada, tetapi dirinya tidak merasakan rasa bersalah maupun penyesalan karena tidak memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu bagi sang ibu.
“Tidak ada ‘kenapa saya tidak pernah’. Tidak ada ‘harusnya saya…’ Tidak ada penyesalan,” tulis Deddy.
Bagi Deddy, momen makan, tertawa, dan bahagia bersama Heniwaty sehari sebelum meninggal dunia menjadi sebuah kenangan yang akan terus melekat.
Ia menyadari bahwa seseorang mungkin tidak pernah tahu kapan kebersamaan bersama orang yang dicintainya akan menjadi yang terakhir. Karena itu, Deddy merasa bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menikmati waktu bersama sang ibu hingga sehari sebelum kepergiannya.
“Karena ternyata, cara terbaik mengantar orang yang kita cintai pergi adalah memastikan kita sudah mencintainya dengan benar ketika dia masih ada,” ujar Deddy.