Kenangan Terakhir Reza Arap dan Lula Lahfah Terekam dalam Film Harusnya Horror

Mei Sada Sirait
Film Harusnya Horror tak hanya menjadi sajian horor yang dinantikan penonton, tetapi juga menyimpan kenangan emosional bagi Reza Arap Oktovian. (Foto: Mei Sada Sirait)

Bagi Arap, kenangan terindah bukan berasal dari satu adegan atau satu kejadian tertentu. Seluruh perjalanan menyelesaikan film tersebut menjadi memori yang akan selalu dia simpan.

Film Harusnya Horror pun memiliki arti yang jauh lebih dalam setelah kepergian Lula Lahfah. Karya tersebut menjadi jejak terakhir yang mempertemukan kebersamaan mereka di layar lebar sekaligus menjadi kenangan bagi seluruh pemain dan kru yang terlibat.

Arap bahkan menyebut hasil akhir film sebagai memori terindah yang ditinggalkan Lula. Menurutnya, karya itu akan selalu mengingatkan pada seluruh proses yang mereka jalani bersama. "Kalau memori terindah ya menurutku itu hasilnya sih. Hasilnya," ucapnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
16 hari lalu

Reza Arap Ngamuk Soroti Kelakuan Bravy dan Teguh Prakoso Tuai Kecaman Netizen

1 bulan lalu

Pertama Kali Main Serial Horor, Audi Marissa Hafalkan Istilah Medis Sebelum Syuting POTE

1 bulan lalu

Vision+ Angkat POTE, Hantu dari Bawean Jawa Timur yang Tak Sekadar Menampakkan Diri

1 bulan lalu

Film Horor Indonesia Go Internasional, Indonesian Horror Film Festival Digelar di Australia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal