Kesalahan berikutnya adalah tidak memperhatikan urutan pembongkaran. Komponen seperti cover bodi, sistem CVT motor matik, kelistrikan, karburator, sistem injeksi hingga bagian mesin memiliki posisi pemasangan masing-masing.
Jika pemasangannya keliru, komponen bisa terbalik, tidak terkunci sempurna atau bahkan tertinggal. Kondisi tersebut dapat membuat motor tidak bekerja secara normal meskipun seluruh bagian terlihat sudah terpasang.
Pemilik motor juga tidak boleh mengabaikan tingkat kekencangan baut. Baut yang terlalu kencang dapat merusak ulir dan memberikan tekanan berlebih, sedangkan baut yang terlalu longgar dapat menimbulkan getaran atau membuat komponen terlepas saat motor digunakan.
Pada bagian penting seperti mesin, suspensi, rem dan sistem kemudi, tingkat kekencangan baut sebaiknya mengikuti standar yang ditentukan pabrikan.
Jangan Abaikan Seal dan Gasket
Kesalahan saat bongkar pasang motor juga dapat terjadi ketika pemilik menggunakan kembali seal atau gasket yang sudah tidak layak. Padahal, komponen tersebut berfungsi mencegah kebocoran oli maupun cairan lainnya.